Cara Memahami Skema CDI / Pengapian RX King dan Rangkaiannya

loading...

Cara Memahami Skema CDI / Pengapian RX King dan Rangkaiannya – RX king merupakan salah satu produk Yamaha yang kini sudah di berhentikan proses produksinya sejak tahun 2009. Motor satu ini memiliki body yang bongsor dengan tampilan klasiknya. Meskipun motor jambret ini hanya menggunakan kapasitas silinder hingga 135 cc, namun keberadaanya mampu mengasapi kopetitornya dengan cc yang lebih besar. Berbicara mengenai motor RX king, kali ini kami ingin berbagi informasi mengenai skema pengapian rx king, mulai dari warna kabel rx king, maupun cdi rx king.

Apa itu CDI? CDI merupakan peningkatan signifikan selaku pengganti sistem dari pengapian magnet. Penggunaan Modul CDI selain bisa menyediakan dan menyajikan berbagai percikan api nan stabil juga dapat mempertahankan titik poin yang presisi, awet, tanpa melakukan perawatan, tidak dibutuhkan penggantian secara berkala dan juga tanpa mesti penyetelan. Namun CDI juga memiliki kelemahan CDI yakni bisa tiba-tiba atau mendadak mati di jalanan. Kegagalan penggunaan CDI bisa jadi bersumber dan berasal dari generator coil, ignition coil maupun modulnya sendiri. Karena Kebanyakan CDI motor yang dijual di toko spare part atau pasaran memiliki kikerja yang hampir serupa dengan beberapa ragam dalam rancangan.

Baca juga :

Cara Memahami skema CDI RX King

Generator (Dinamo) menghasilkan tegangan tinggi untuk dapat mengisi kapasitor di modul CDI. (Trigger Coil) Kumparan pemicu yang akan mengirimkan ritme atau sinyal supaya melepaskan muatan tegangan yang tinggi sehingga dapat ditampung kapasitor kemudian diteruskan ke Ignition Coil. Sedangkan untuk Kill Switch ini berfungsi memblok atau menghentikan suplai tegangan yang tinggi dari generator sehingga sistem dari pengapian tersebut tidak dapat bekerja. Saklar ini berguna untuk mengalirkan tegangan yang tinggi dari generator guna dapat dibuang ke massa.

2 resistor yang berukuran 1 mw ini disusun seri pada kedua kaki dari kapasitor (C1) yang berguna untuk mengosongkan kapasitor jika SCR aktif. Tujuannya ialah dapat memblock terjadinya kejutan listrik ketika menghubungkan kapasitor. Dibutuhkan kurang lebih 2 detik guna dapat pengosongan total dari kapasitar yang ada dalam kapasitor hingga mendekati angka yang aman. Digunakan juga dua kapasitor bernilai 0.47mf atau dua kapasitor bernilai 1mf. Sebuah kapasitor berkapasitas besar akan melakkan produksi percikan yang lebih besar serta stabil, namun syaratnya lilitan dari pembangkit (generator) dapat mengisi kapasitor dengan maksimal di waktu tertentu.

Demikianlah informasi yang bisa kami bagikan kali ini mengenai Memahami Skema CDI RX King dan Rangkaiannya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda terkait pengapian motor RX king. Terima kasih.

loading...

Incoming search terms:

  • skema pengapian rx king
  • sekema pengapian rx king
loading...
Cara Memahami Skema CDI / Pengapian RX King dan Rangkaiannya | dedi berkah | 4.5